Majalengka – Anggota DPRD Majalengka H. Iing Misbahuddin Soroti Penggunaan handphone (HP) atau smartphone dalam ujian Sekolah Dasar Negeri (SDN) merupakan topik yang kompleks dengan berbagai sudut pandang, mulai dari efisiensi teknologi hingga kekhawatiran akan integritas akademik. Berikut adalah analisis dari beberapa sudut pandang.
Iing Misbahuddin mengatakan Penggunaan sistem digital secara signifikan bisa memangkas biaya penggandaan soal dan distribusi kertas yang selama ini memakan porsi anggaran cukup besar. Anggaran yang dihemat ini nantinya dapat dialihkan untuk perbaikan sarana prasarana sekolah yang lebih mendesak.
“Selain hemat kertas, sistem digital juga bisa mempercepat proses penilaian dan meminimalisir risiko kebocoran soal. Ini adalah bagian dari transformasi tata kelola pendidikan yang lebih akuntabel.” Ujar Iing Misbahuddin saat di wawancara media pada Sabtu 18 April 2026.
Iing Misbahuddin menegaskan menjadi catatan penting, bahwa efisiensi anggaran atau perubahan dari penggunaan kertas ke sistem digital ini tidak boleh dan jangan sampai mengorbankan hak2 siswa. Penghematan biaya cetak kertas di satu sisi harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas pendukung di sekolah bagi siswa yang tidak mampu, sehingga efisiensi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh semua pihak tanpa kecuali.
“Sudut Pandang Psikologis dan Perkembangan (Kontra) Ketidaksiapan Mental Menurut beberapa kajian, anak usia SD-SMP belum sepenuhnya siap secara psikologis untuk mengelola potensi distraksi digital saat penilaian formal.” Jelasnya
Iing Misbahuddin menjelaskan Ketergantungan pada Teknologi: Penggunaan HP dalam ujian dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis dan latihan kognitif, karena siswa terbiasa mengandalkan pencarian instan.
“Formalitas Ujian Ujian menggunakan HP dinilai kurang formal dibandingkan ujian berbasis kertas, yang berpotensi mengurangi kesantunan dan wibawa pengawas.Fokus pada Hasil, Bukan Proses: Ujian digital sering kali lebih mengutamakan kecepatan mendapatkan jawaban daripada pemahaman konsep yang mendalam.”pungkas Iing Misbahuddin
Penggunaan HP dalam ujian adalah pedang bermata dua. Ia menawarkan efisiensi modern namun membawa risiko kecurangan yang lebih tinggi. Keberhasilannya sangat bergantung pada sistem keamanan digital yang diterapkan, pengawasan, serta tingkat literasi digital siswa.




