Majalengka – Respon cepat petugas PDAM/PAM Tirta Bhakti Raharja Majalengka atas keluhan warga di wilayah kecamatan kertajati, Kadipaten, dan Dawuan mengenai air kotor dan berbau patut diapresiasi, sehingga pasokan air kini sudah kembali jernih.
Permasalahan kurangnya pasokan air dan kekeruhan kepada konsumen terjadi pada instalasi pengolahan air PDAM pada musim hujan
Direktur Perumdam Tirta Bhakti Raharja (TBR) atau PDAM Majalengka adalah Hj. Elina Lukitasari, S.E.. Menyampaikan Kebetulan di tahun ini tingkat Curah hujan sangat tinggi yang bisa mengakibatkan tersumbatnya pompa produksi air dikarenakan sampah dan juga tingkat kekeruhan lumpur disungai cilutung sangat tinggi hingga terjadi off produksi.
“Hal ini tidak menutup kemungkinan ada sebagian air yg telah diproduksi di instalasi pengolahan ada yg lolos ke konsumen, akan tetapi hal ini dapat ditangani dengan dilakukannya pengurasan jaringan pipa ataupun pengurasan di instalasi pengolahan air, ketika dilakukan pengurasan di instalasi pengolahan air akan mengakibatkan kurangnya produksi air yang akan di distribusikan ke konsumen.”ujar Elina Lukitasari saat di wawancara media pada 30 April 2026.
Elina Lukitasari menjelaskan Adanya kebocoran di jaringan pelayanan ke konsumen yg mengakibatkan masuk nya tanah ke pipa air.
“Penanganan saat ini akan, kami sudah lakukan pengurasan jaringan pipa secara menyeluruh di wilayah2 pelayanan.Dengan akan.memasuki nya musim kemarau mudah-mudahan kondisi Sungai tidak akan banjir dan berlumpur.” Ucapnya
Elina Lukitasari mengatakan Penyebab Awal Air keruh dan bau sering terjadi pasca perbaikan pipa karena adanya endapan/sedimentasi di dalam pipa yang terbawa arus saat aliran kembali normal.
Tindakan PDAM Petugas biasanya melakukan flushing (pengurasan jaringan pipa) untuk membuang endapan tersebut agar air kembali layak digunakan.
“Imbauan Warga Jika masih ditemukan sisa kekeruhan, warga disarankan membiarkan keran air terbuka selama beberapa menit hingga air benar-benar jernih.” Pungkas Elina Lukitasari.






