Majalengka – Ambruknya salah satu bangunan sekolah yang baru berusia sekitar lima tahun.Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Negeri Mirat 3, yang berlokasi di Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran serius terkait kualitas pembangunan fasilitas pendidikan di Majalengka.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin, menegaskan keprihatinannya atas kejadian tersebut.bangunan yang selesai dibangun pada tahun 2021- 2022 seharusnya masih dalam kondisi layak dan aman digunakan.
“Ini bukan sekadar kerusakan bangunan, tapi ancaman nyata bagi keselamatan dan nyawa anak-anak kita,” tegas Iing Misbahudin saat di wawancara media pada selasa 05 Mei 2026.
Iing Misbahudin menyampaikan Peristiwa tersebut menyebabkan ruang kelas 1, 2, dan 3 mengalami kerusakan parah. Rangka atap dari baja ringan dilaporkan tidak mampu menopang beban genteng.
Hingga akhirnya roboh dan menimpa seluruh isi ruangan, termasuk meja, kursi, dan perlengkapan belajar siswa. Beruntung, tidak ada aktivitas belajar mengajar saat kejadian.
“Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang kita lihat kasat mata jarak bajaring di luar setandar.lalu ada balok kayu yang di gunakan untuk baja ringan ituh sudah keliatan rapuh dn mungkin itu bukan baru waktu renovasi yang dulu, mungkin masih bawan yang lama dugaan kami.” Ujarnya
Iing Misbahudin mendorong pemerintah daerah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab ambruknya atap sekolah tersebut. Ia menekankan bahwa evaluasi tidak boleh berhenti pada rencana perbaikan, tetapi harus menelusuri riwayat pembangunan, mulai dari tahun pengerjaan, kesesuaian material dengan RAB, hingga jarak antar batang baja ringan yang menopang genting.
“Jika ditemukan ketidaksesuaian dalam pekerjaan konstruksi, pihak ketiga atau pelaksana harus bertanggung jawab. Namun bila pekerjaan sesuai, metode konstruksi atap seperti itu harus dievaluasi karena mungkin tidak aman,” ucap Iing Misbahudin
Iing Misbahudin menjelaskan agar dilakukan pendataan menyeluruh kondisi ruang kelas di seluruh SD dan SMP negeri se-Kabupaten Majalengka. Data ini,harus menjadi acuan utama dalam menentukan prioritas perbaikan atau pembangunan sekolah.
“Perencanaan harus berbicara berdasarkan data dan fakta, bukan kedekatan atau kepentingan tertentu. Keselamatan siswa adalah hal yang tidak bisa ditawar,” pungkas Iing Misbahudin



