Sarmi — Bertempat di Aula Kantor Distrik Sarmi, Jalan Mandala, Kelurahan Sarmi Kota, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Dewan Adat Daerah Sarmi, yang dirangkaikan dengan Pembukaan Musyawarah Adat serta Sosialisasi Pleno XVIII Dewan Adat Papua (DAP) dan Penyerahan SK Panitia Pleno XVIII DAP. Jumat (09/05/2025).
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kapolsek Sarmi Kota IPTU Suhartono, S.Sos yang mewakili Kapolres Sarmi, serta sejumlah pejabat daerah seperti Kepala Distrik Tor Atas Sakarias Timbuat yang mewakili Bupati Sarmi, Ketua Dewan Adat Sarmi Bernad Cawem, Dandim 1712/Sarmi Letkol Patria Setia Bakti, S.Sos, Sekretaris Dinas Sarmi Hendrina Marisan, para Ondoafi, ketua keret, dan para ketua paguyuban dari berbagai elemen masyarakat adat.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Adat Sarmi menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan Kabupaten Sarmi sebagai tuan rumah Pleno XVIII Dewan Adat Papua yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2025. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun masyarakat Nusantara, untuk bahu-membahu menyukseskan kegiatan tersebut.
“Panitia Pleno XVIII telah dibentuk pada 11 Februari 2025. Kami mohon dukungan penuh dari seluruh masyarakat adat, baik dari wilayah 5 suku – Sobei, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa – maupun seluruh ikatan suku yang ada di Kabupaten Sarmi,” ujar Bernad Cawem.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Pleno XVIII akan digelar dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai sejak 25 April hingga 31 Mei 2025, menyasar suku Armati dan Meniram serta keluarga-keluarga yang berdomisili di Kota Sarmi. Tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan Juni 2025.
Adapun jadwal khusus sosialisasi untuk Suku Sobei akan dilaksanakan pada 13 Mei 2025, bertempat di Balai Kampung Tafarewar, mencakup Kampung Sawar, Kampung Bagaiserwar, Kampung Bagaiserwar 2, dan Kampung Tanjung Batu.
Ketua Dewan Adat juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sarmi untuk mewujudkan Kabupaten Sarmi yang mandiri dan bermartabat. “Dengan situasi yang aman dan damai, pemerintah bisa bekerja dengan tenang, dan masyarakat pun hidup sejahtera. Itulah semangat zona damai yang ingin kita bangun bersama,” pungkasnya.
Kehadiran aparat keamanan, tokoh adat, dan berbagai unsur masyarakat menunjukkan semangat kolaborasi dalam mendukung pelestarian nilai-nilai adat dan pembangunan daerah di Kabupaten Sarmi. Tutup.(rd)





